Home / Alumni /

Yasmine Khabirain, Alumni Smata Jaya yang Diterima di University of Melbourne

KEDIRI, Smata Jaya – Kabar membanggakan datang dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur. Salah satu taruninya, Yasmine Khabirain, dinyatakan diterima di Program Studi Bachelor of Biomedicine, University of Melbourne, Australia. Kabar tersebut disambut suka cita oleh keluarga besar sekolah yang dikenal dengan pendidikan semi-militer di Jawa Timur ini.

University of Melbourne bukan kampus sembarangan. Perguruan tinggi ini secara konsisten masuk jajaran universitas terbaik dunia, khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan. Program yang bakal ditempuh Yasmine berada di bawah Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences, tepat di jantung Melbourne Biomedical Precinct, kawasan biomedis terbesar di belahan bumi selatan.

Di program ini, mahasiswa dituntut menuntaskan 300 poin studi, termasuk 125 poin mata kuliah inti, dengan materi yang membedah tubuh manusia dari level molekuler, seluler, hingga populasi. Tak hanya soal sains murni, mahasiswa juga diajak memahami faktor sosial dan lingkungan yang ikut menentukan derajat kesehatan seseorang.

Bekal ilmu dari Bachelor of Biomedicine ini kelak membuka banyak pintu bagi Yasmine, mulai dari studi lanjutan program honours, jenjang pascasarjana di bidang kedokteran dan kesehatan, hingga riset ilmiah lanjutan.

Kepala Sekolah SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur, Mardji, tak menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian Yasmine. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dan kedisiplinan yang diterapkan di sekolah turut membentuk mental juang siswa dalam meraih mimpi, termasuk menembus kampus kelas dunia.

“Ini adalah kebanggaan besar bagi kami. Yasmine membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kedisiplinan yang dibangun sejak di bangku sekolah, mimpi menembus kampus terbaik dunia bukan hal yang mustahil. Semoga ini menjadi motivasi bagi taruna dan taruni lain untuk berani bermimpi besar,” ujar Mardji.

Sementara itu, Yasmine mengaku masih tak menyangka dengan pencapaian yang ia raih. Ia menyebut proses seleksi yang dilalui cukup panjang dan menguras tenaga, mulai dari penyiapan berkas akademik hingga proses administrasi pendaftaran ke luar negeri.

“Rasanya masih seperti mimpi bisa diterima di sini. Prosesnya panjang dan tidak mudah, tapi disiplin yang saya dapatkan selama di Taruna Brawijaya sangat membantu saya untuk tetap fokus dan tidak menyerah di tengah jalan,” kata Yasmine.

Keberhasilan Yasmine pun diharapkan menjadi pemantik semangat bagi taruna dan taruni lainnya untuk terus mengejar prestasi, tak terkecuali hingga ke jenjang pendidikan internasional. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *