Tembus 50 Besar EJIES 2026, Adi Siswanto Bawa Inovasi ‘SENSOR’ untuk Siswa Sekolah Berasrama

SURABAYA, Smata Jaya – Ajang prestisius East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 kembali melahirkan inovator-inovator jempolan dari dunia pendidikan Jawa Timur. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Adi Siswanto, S.Pd. Guru inspiratif ini berhasil menembus jajaran 50 Besar Inovator Terbaik tingkat provinsi lewat karya tulisnya yang dinilai solutif bagi ekosistem sekolah berasrama.

Dalam kompetisi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Jawa Pos dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini, Adi menyuguhkan karya berjudul: “Optimalisasi SENSOR Sebagai Pengembangan Bakat, Literasi, dan Kesegaran Jasmani Siswa di Sekolah Berasrama.”

Karya Adi Siswanto tidak sekadar konsep di atas kertas. Inovasi bertajuk SENSOR ini dirancang untuk menjawab tantangan khas di sekolah berasrama, di mana manajemen waktu dan keseimbangan antara akademik, pengembangan diri, serta kesehatan fisik sering kali menjadi isu krusial.

Melalui SENSOR, Adi menawarkan strategi integrasi yang komprehensif. Inovasi ini menitikberatkan pada tiga pilar utama:

  1. Pengembangan Bakat: Wadah penyaluran minat siswa yang terstruktur.
  2. Literasi: Penguatan budaya baca dan tulis di lingkungan asrama.
  3. Kesegaran Jasmani: Menjaga kebugaran siswa di tengah jadwal sekolah yang padat.

“Inovasi yang masuk dalam 50 besar ini adalah karya-karya yang mampu memberikan dampak langsung dan nyata bagi peserta didik. Kami mencari gagasan yang bukan hanya teknologi, tapi langkah strategis menyelesaikan persoalan pendidikan,” ujar salah satu dewan juri EJIES 2026.

Capaian Adi Siswanto terbilang luar biasa mengingat ketatnya seleksi. Berdasarkan data panitia, EJIES 2026 diikuti oleh lebih dari 1.284 karya dari guru, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan (tendik) se-Jawa Timur.

Proses seleksi dimulai sejak Februari 2026 melalui tahap preliminary (penilaian proposal), dilanjutkan dengan penilaian deck vlog pada awal April. Adi berhasil menyisihkan ribuan pesaing hingga namanya masuk dalam daftar 50 finalis terbaik yang diumumkan pada 13 April 2026.

Sebagai bagian dari 50 besar, Adi Siswanto telah mengikuti tahapan Showcase dan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim akademisi dari perguruan tinggi pada 30 April. Puncak dari rangkaian acara ini adalah Malam Penganugerahan EJIES 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam keterangannya mengapresiasi para inovator yang lolos. “Penghargaan ini diberikan untuk mendorong lahirnya gagasan kreatif yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era perkembangan teknologi dan penguatan karakter,” tegasnya.

Prestasi Adi Siswanto ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi satuan pendidikan lain di Jawa Timur, khususnya dalam mengoptimalkan potensi siswa melalui inovasi yang relevan dan berkelanjutan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *