Kediri, Smata Jaya – SMAN 5 Taruna Brawijaya, Jawa Timur, menggelar Workshop Optimalisasi Interactive Flat Panel (IFP) dan Budaya Digital bagi para guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan diri sebagai Sekolah Pusat Keunggulan Akademik.
Melalui workshop tersebut, guru dan tenaga kependidikan dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran interaktif berbasis IFP, sekaligus penguatan budaya digital di lingkungan sekolah. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong transformasi cara mengajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya, Mardji, mengatakan penguasaan teknologi pembelajaran menjadi kebutuhan mendesak bagi para pendidik saat ini. “Guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar proses belajar-mengajar semakin interaktif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini,” ujar Mardji.
Ia menambahkan, penguatan budaya digital di sekolah tidak hanya menyasar aspek teknis penggunaan perangkat, tetapi juga membentuk pola pikir dan kebiasaan baru dalam memanfaatkan teknologi secara bijak di lingkungan pendidikan.
Melalui workshop ini, SMAN 5 Taruna Brawijaya berharap dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan selaras dengan perkembangan zaman. Sekolah menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. (*)





Leave a Reply