Kediri, Smata Jaya – Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur, Mardji, S.Pd., M.Pd., didampingi jajaran Wakil Kepala Sekolah, melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) V/Brawijaya. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Komandan Rindam (Danrindam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M.
Danrindam V/Brawijaya sendiri merupakan jabatan strategis di bawah Kodam V/Brawijaya, yang membawahkan pendidikan dasar keprajuritan bagi calon Tamtama dan Bintara TNI Angkatan Darat di wilayah Jawa Timur, mulai dari Secata hingga Secaba yang tersebar di sejumlah kota, termasuk Magetan dan Jember.
Pertemuan antara pihak sekolah dan Rindam V/Brawijaya ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan taruna yang unggul, berkarakter, disiplin, dan berwawasan kebangsaan.
Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur, Mardji, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal baginya untuk memperkuat kembali kemitraan yang selama ini telah terjalin baik antara sekolah dengan unsur TNI, khususnya Rindam V/Brawijaya, dalam mendukung proses pendidikan dan pembinaan karakter para taruna.
“Kami ingin memastikan sinergi dengan Rindam V/Brawijaya terus terjaga, karena dukungan dari unsur TNI selama ini sangat besar perannya dalam membentuk kedisiplinan dan karakter para taruna,” ujar Mardji.
Ia menambahkan, dukungan dari Rindam V/Brawijaya diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk pembinaan fisik dan kesamaptaan, tetapi juga dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan kepada para taruna.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang ke depannya, sehingga para taruna benar-benar siap menjadi generasi pemimpin yang disiplin, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan,” tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan berbasis semi-militer yang berlokasi di Jalan Selomangleng, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur memang dikenal aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai unsur TNI-Polri di Jawa Timur. Sekolah yang berdiri sejak 1983 dan dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menerapkan sistem boarding school dengan pembinaan kesamaptaan, sebagai bagian dari upaya membentuk karakter kepemimpinan dan kedisiplinan para taruna sejak dini.
Melalui audiensi ini, kedua belah pihak berharap sinergi yang terjalin dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdedikasi bagi bangsa dan negara. (*)



Leave a Reply