Home / Tokoh /

Kabid GTK Dindik Jatim Ety Prawesti Memasuki Masa Purna Tugas, Tinggalkan Jejak Inovasi Pendidikan

Kediri, Smata Jaya — Tepat pada 1 Juni 2026, hari yang juga diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila — dunia pendidikan Jawa Timur melepas salah satu sosok yang selama bertahun-tahun menjadi motor penggerak kebijakan guru dan tenaga kependidikan. Dra. Ety Prawesti, M.Si., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, resmi memasuki masa purna tugas. Kepergiannya dari panggung birokrasi pendidikan meninggalkan jejak-jejak inovasi yang tidak mudah terhapus.

Perempuan kelahiran Kediri, 13 Mei 1968 ini mengawali karier panjangnya di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur jauh sebelum era reformasi birokrasi modern. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang SMA sebelum akhirnya dipercaya memimpin Bidang GTK sejak 2024 — posisi yang menempatkannya langsung berhadapan dengan persoalan-persoalan riil yang dihadapi ratusan ribu guru dan tenaga kependidikan di seluruh penjuru Jawa Timur.

“Sejak dipercaya menjadi Kabid GTK pada 2024, saya menemukan banyak persoalan guru yang harus diselesaikan bersama. Pendidikan yang bermutu tidak ditentukan oleh satu pihak saja — semua harus bersama-sama bertanggung jawab membangunnya.” ujar Dra. Ety Prawesti, M.Si. | Dikutip dari Harian Bhirawa, Mei 2026


Dua Warisan Besar: PROTEG dan EJIES

Di antara sekian banyak program yang diusung, dua inovasi menjadi wajah utama kepemimpinan Ety di Bidang GTK. Keduanya lahir dari satu prinsip yang ia pegang teguh: kebijakan harus menyentuh kebutuhan nyata guru, bukan sekadar menghias laporan kinerja.

Inovasi:

  • PROTEG. Program Ekonomi Terapan Guru Non-ASN — menjawab kebutuhan kesejahteraan guru honorer yang kerap terpinggirkan dalam kebijakan pendidikan formal.
  • EJIES. East Java Innovation Education Summits — arena inovasi tahunan yang mewajibkan seluruh SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Jawa Timur melahirkan terobosan pendidikan, berkolaborasi dengan ITS dan Jawa Pos.

EJIES dirancang menjadi pusat inovasi pendidikan bagi lebih dari 4.000 lembaga pendidikan — mencakup 788 sekolah negeri dan 3.269 sekolah swasta — di seluruh Jawa Timur. Program yang pertama kali digelar pada 2025 ini berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Jawa Pos, menjadikannya program sejenis yang pertama di Indonesia. Inovasi yang dihasilkan mencakup enam bidang strategis: transformasi digital, inovasi kurikulum, penguatan karakter Pancasila, inklusi dan kesejahteraan, kewirausahaan vokasi, hingga tata kelola budaya sekolah.

Tak berhenti di sana, Ety juga menjadi salah satu penggagas peluncuran IMAS (Integrated Management Administration System) — platform digital terintegrasi yang menyederhanakan administrasi GTK berbasis data — serta Buku Saku GTK yang memuat regulasi, SOP, dan panduan teknis bagi guru dan tenaga kependidikan agar memahami hak dan kewajibannya secara komprehensif.

Penghargaan Tertinggi dari Gubernur: Jer Basuki Mawa Beya

Di penghujung masa jabatannya, Ety menerima kehormatan yang selayaknya ia sandang. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori Perunggu kepadanya — penghargaan bergengsi yang diberikan kepada aparatur yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur.

Bagi Ety, momen di atas panggung Grahadi itu bukan sekadar seremonial. Penghargaan itu adalah cermin dari perjalanan panjang: mendengar keluh kesah guru di pelosok, memperjuangkan nasib pengawas sekolah, dan menjadikan empati sebagai fondasi dari setiap kebijakan yang ia telorkan.

“Penghargaan ini bukan tentang pencapaian pribadi. Ini adalah amanah untuk terus menjaga kualitas pendidikan Jawa Timur secara gotong royong.” ujar Dra. Ety Prawesti, M.Si. | Dikutip dari Harian Bhirawa, 28 Mei 2026

Seleksi Kepala SMA Taruna hingga Kesetaraan Negeri-Swasta

Rekam jejak Ety di birokrasi pendidikan Jawa Timur tidak dimulai dari Bidang GTK. Jauh sebelumnya, sebagai Kepala Bidang SMA, ia dikenal sebagai sosok yang aktif turun ke lapangan — mengunjungi ratusan sekolah di berbagai kabupaten dan kota, dari Probolinggo hingga Malang, demi memastikan kesetaraan pelayanan antara sekolah negeri dan swasta.

Di masa jabatannya sebagai Kabid GTK, ia juga menjadi figur kunci dalam seleksi kepala SMA Taruna Jawa Timur. Ety menegaskan bahwa setiap kandidat harus memiliki program prioritas terukur yang mencakup penguatan nasionalisme dan prestasi. Ia secara khusus menekankan kriteria kepemimpinan berdisiplin khas ketarunaan serta kecakapan berkolaborasi dengan mitra TNI dan Polri sebagai standar yang tidak bisa ditawar.

“Dengan penuh rasa hormat, keluarga besar SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur mengucapkan selamat memasuki masa purna tugas kepada Ibu Dra. Ety Prawesti, M.Si. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan dalam memajukan dunia pendidikan. Keteladanan, integritas, dan semangat pengabdian yang Ibu tunjukkan akan senantiasa menjadi inspirasi bagi banyak pihak.” Keluarga Besar SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur

Penghormatan dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur menjadi salah satu dari sekian banyak ungkapan rasa terima kasih yang mengalir dari komunitas pendidikan Jawa Timur. Sekolah berkarakter taruna ini merasakan langsung sentuhan kebijakan Ety — baik dalam konteks seleksi kepemimpinan sekolah maupun dalam ekosistem inovasi yang ia bangun melalui EJIES dan IMAS.

Kini, dengan langkah yang tenang dan penuh kebermaknaan, Dra. Ety Prawesti, M.Si. meninggalkan kursi Kabid GTK. Namun nama dan warisan kerjanya akan terus terukir dalam sistem pendidikan Jawa Timur — dalam setiap guru yang terbantu PROTEG, dalam setiap inovasi yang lahir dari EJIES, dan dalam setiap kebijakan yang disusun dengan empati sebagai kompasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *