SMATA JAYA – SMAN 5 Taruna Brawijaya kembali mengukuhkan posisinya sebagai pencetak generasi unggul di bidang teknologi. Tiga siswa berprestasi dari sekolah tersebut berhasil menyabet Gold Medal dalam ajang bergengsi AI Prototype and Logic Exhibition (AIPLEX) berkat inovasi sistem deteksi mikroplastik berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tim yang terdiri dari Beryana Ninda P. (XI-8), Wily Gaizka (XI-8), dan Sajida Sulthana (XI-7) ini memperkenalkan karya bertajuk “IMAS: Integrated Microplastic Aquatic Sensor”. Sebuah terobosan teknologi yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan lingkungan global, khususnya pencemaran air.
Inti dari inovasi IMAS terletak pada integrasi sistem pemantauan berbasis YOLOv8 (You Only Look Once versi 8). Algoritma ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi, menganalisis, dan menghitung partikel mikroplastik dalam air secara real-time dengan tingkat akurasi dan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
“Karya ini merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas air. Dengan deteksi yang lebih cepat dan akurat, kita bisa melakukan langkah mitigasi pencemaran lingkungan dengan lebih efektif,” ungkap perwakilan tim.
Keberhasilan Beryana, Wily, dan Sajida bukan sekadar tentang medali emas, melainkan bukti bahwa kolaborasi dan semangat riset siswa SMA mampu melahirkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini, yang diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus berinovasi.
Prestasi ini menegaskan bahwa masa depan kelestarian lingkungan berada di tangan generasi muda yang berani memadukan kepedulian ekologis dengan kemajuan teknologi digital. (*)




Leave a Reply