Implementasi Program Pendidikan Provinsi Jawa Timur, SMAN 5 Taruna Brawijaya Resmikan ‘Lapak Pagi’ dan EJIES 2026

SMATA JAYA – Sebagai langkah konkret menindaklanjuti program strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, SMAN 5 Taruna Brawijaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Sosialisasi East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 dan peluncuran program “Lapak Pagi” (Layanan Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Menuju Ahli). Kegiatan ini menjadi respon cepat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri dalam menerjemahkan arahan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, untuk membudayakan inovasi di lingkungan satuan pendidikan secara masif dan terstruktur.

Urgensi kegiatan ini merujuk pada pernyataan Aries Agung Paewai sebelumnya, yang menekankan bahwa inovasi pendidikan tidak boleh berhenti pada wacana. “Inovasi itu harus berjalan seiring antara narasi dan implementasi. Ketika keduanya berjalan bersama, maka dampaknya akan benar-benar dirasakan,” tegas Aries. Semangat inilah yang diadopsi oleh SMAN 5 Taruna Brawijaya dan Cabdindik Wilayah Kediri untuk memastikan inovasi tidak hanya lahir, tetapi juga terimplementasi nyata di lapangan melalui peningkatan kompetensi guru.

Dasar pelaksanaan EJIES 2026 ini diperkuat oleh data Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendikdasmen, yang menempatkan urusan pendidikan sebagai penyumbang inovasi terbanyak kedua secara nasional (16%). Dari angka tersebut, Jawa Timur mencatatkan prestasi gemilang sebagai kontributor tertinggi nasional dengan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29% dari total inovasi di Indonesia. Data ini menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah di Kediri untuk mempertahankan tren positif tersebut melalui persiapan matang menuju kompetisi bulan April mendatang.

Menyikapi tantangan tersebut, Kepala Bidang GTK Dindik Jatim, Ety Prawesti, dalam paparannya menjabarkan enam bidang inovasi yang akan dilombakan dalam EJIES 2026. Bidang tersebut meliputi Transformasi Digital; Inovasi Pembelajaran Abad 21; Penguatan Karakter dan Profil Pelajar Pancasila; Inklusi dan Kesejahteraan; Kewirausahaan dan Vokasi; serta Tata Kelola dan Ekosistem Pendidikan. “Inovasi ini bukti bahwa Dindik Jatim harus menyuguhkan layanan inovatif yang berdampak langsung bagi peserta didik dan masyarakat,” ujar Ety.

Merespon target tinggi dari provinsi tersebut, peluncuran “Lapak Pagi” di SMAN 5 Taruna Brawijaya menjadi instrumen taktis di tingkat wilayah. Program ini dirancang khusus untuk mengasah kompetensi pedagogik guru agar siap menjadi tenaga ahli yang mampu melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran sesuai enam bidang yang disyaratkan. Kehadiran para Pengawas serta Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Wilayah Kediri dalam acara ini menunjukkan keseriusan kolektif untuk menyukseskan agenda besar pendidikan Jawa Timur.

Melalui sinergi antara arahan provinsi dan eksekusi di tingkat sekolah ini, diharapkan tercipta keselarasan visi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memenangkan kompetisi inovasi, tetapi lebih jauh lagi, untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship, kemandirian, serta keterampilan abad ke-21 bagi siswa. Dengan demikian, langkah SMAN 5 Taruna Brawijaya ini diharapkan menjadi inspirasi dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Download

Belum ada unduhan yang dipublish