Home / Alumni /

9 Taruna-Taruni Brawijaya Tembus Universitas Pertahanan, Kedokteran Militer hingga Rekayasa Sumber Daya Air

KEDIRI, Smata Jaya – Prestasi gemilang kembali ditorehkan SMAN 5 Taruna Brawijaya. Kali ini bukan satu-dua nama, melainkan sembilan taruna dan taruni sekaligus yang dinyatakan lolos seleksi akhir dan diterima sebagai Kadet S-1 di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Yang menarik, kesembilan siswa ini tidak menumpuk di satu jurusan, melainkan menyebar ke enam program studi berbeda, gambaran nyata bahwa pertahanan negara kini membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan fisik di garis depan.

Dua nama, Daffa Aqilah Ramadhan Putra Gie dan Maulana Rioandika Saputra, akan menempuh S-1 Kedokteran Gigi. Fatikhah Putri Chrisanti dipercaya mengisi kursi S-1 Kedokteran Militer, sementara Faith Bernice Naafi’ Wicaksono akan mendalami S-1 Farmasi Militer. Di jalur keinsinyuran, Abrar Rasyiq Dafi Danendra dan Aaron Uriel Pradipta sama-sama diterima di S-1 Teknik Sipil, sedangkan Agnes Christina Lidya Lumban Gaol dan Ardhan Hafiiz Amanullah Efendi akan menekuni S-1 Rekayasa Sumber Daya Air. Satu nama lainnya, Annisa Ramadhani, dipercaya mengisi S-1 Fisika.

Sebaran ini menunjukkan pola yang jarang disorot dari luar: pendidikan pertahanan modern tidak melulu identik dengan seragam dan senjata, tetapi juga laboratorium kedokteran, ruang farmasi, hingga hitungan konstruksi dan tata kelola air—bidang-bidang yang justru krusial bagi ketahanan nasional dalam arti luas.

Kepala sekolah, Mardji, S.Pd., M.Pd., menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa jalur pengabdian kepada negara kini semakin terbuka lebar bagi anak muda dengan beragam minat. “Yang membanggakan dari angkatan ini, mereka tidak hanya lolos di satu bidang, tapi tersebar di berbagai jurusan strategis. Ini menunjukkan bahwa siswa kami dibekali kesiapan akademik yang menyeluruh, bukan hanya di satu sisi kemampuan. Kedokteran, farmasi, teknik, sampai fisika, semuanya terwakili,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa hasil ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan lintas bidang studi yang selama ini diterapkan sekolah, sekaligus pengingat bahwa mengabdi kepada bangsa bisa ditempuh lewat banyak jalan.

Salah satu kadet yang lolos, Fatikhah Putri Chrisanti, mengaku sempat diliputi keraguan sebelum mengikuti seleksi ketat Unhan RI. “Persaingannya berat, apalagi untuk Kedokteran Militer. Tapi justru itu yang membuat saya semakin yakin untuk terus mencoba. Sekarang rasanya seperti mimpi yang jadi nyata, dan saya tahu ini baru permulaan dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” ungkapnya.

Dengan diterimanya sembilan taruna-taruni ini di Universitas Pertahanan RI, SMAN 5 Taruna Brawijaya sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu penyumbang kader muda potensial bagi dunia pertahanan dan keamanan nasional—tidak hanya di medan yang kasatmata, tetapi juga di ruang-ruang keilmuan yang menopangnya dari balik layar. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *