Sosialisasi Rotary Youth Exchange Digelar di SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur

KEDIRI, Smata Jaya – SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur menggelar sosialisasi Rotary Youth Exchange (RYE), program pertukaran pelajar internasional yang telah dikenal luas di kalangan Rotary Club di seluruh dunia. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta didik untuk mengenal lebih dekat program yang membuka jalan bagi generasi muda untuk belajar, mengenal budaya, membangun jejaring internasional, sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka dan berwawasan global.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan maupun Rotary. Di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Adi Prayitno, S.Pd., M.M., Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Chairul Effendi, S.Pd., M.A.P., serta Dra. Etty Prawesti, M.Si., yang merupakan bagian dari Rotary Youth Exchange sekaligus salah satu pendiri SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur. Hadir pula Enny Ambarsari selaku Chair of Rotary Youth Exchange, serta kepala-kepala SMA se-Wilayah Kediri.

Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan tersebut menegaskan bahwa program pertukaran pelajar ini mendapat dukungan penuh, tidak hanya dari Rotary Club, tetapi juga dari jajaran Dinas Pendidikan setempat. Sinergi ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi pelajar-pelajar di Wilayah Kediri untuk mengikuti program pertukaran pelajar bertaraf internasional.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi Rotary Youth Exchange ini. Program ini sejalan dengan visi sekolah kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga punya wawasan global dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional,” ujar Mardji, Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur.

Kepala sekolah berharap semakin banyak siswa dari Smata Jaya yang berani mengambil kesempatan ini, karena pengalaman lintas budaya seperti Rotary Youth Exchange akan sangat berharga bagi para siswa.

Mengenal Lebih Dekat Rotary Youth Exchange

Rotary Youth Exchange merupakan salah satu program unggulan Rotary International yang telah berjalan hampir seabad. Sejarahnya bermula dari pertukaran pelajar pertama yang diinisiasi Rotary Club Kopenhagen, Denmark, pada 1927, kemudian disusul Rotary Club Nice, Prancis, pada 1929. Adapun format program tahunan seperti yang dikenal saat ini mulai dirancang pada 1958 dalam sebuah pertemuan Rotary Governors’ Assembly di Lake Placid, Amerika Serikat, dan resmi berjalan sebagai program terstruktur sejak 1975.

Program ini menyasar pelajar berusia 15 hingga 19 tahun yang dinilai memiliki jiwa kepemimpinan serta prestasi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Setiap tahun, Rotary Club di berbagai negara memberangkatkan sekitar 9.000 pelajar untuk mengikuti program pertukaran ke lebih dari 25 negara, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, hingga sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Brasil.

Terdapat dua jenis program yang ditawarkan, yakni pertukaran jangka panjang (long-term exchange) yang berlangsung selama satu tahun ajaran penuh, di mana peserta tinggal bersama beberapa keluarga angkat (host family) sekaligus bersekolah di negara tujuan, serta pertukaran jangka pendek (short-term exchange) yang berlangsung dari beberapa hari hingga tiga bulan, biasanya dalam bentuk kemah budaya, tur, maupun homestay saat masa libur sekolah.

Program ini bersifat resiprokal, artinya pelajar Indonesia yang berangkat ke luar negeri akan digantikan oleh pelajar asing yang datang untuk tinggal dan bersekolah di Indonesia. Selama menjalani program, peserta tidak hanya belajar di sekolah setempat, tetapi juga mengenal budaya, bahasa, serta ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang digagas Rotary Club di negara tujuan.

Untuk dapat mengikuti program ini, calon peserta umumnya harus disponsori oleh salah satu Rotary Club di kota asal, lolos seleksi berjenjang mulai dari tingkat wilayah, nasional, hingga internasional, serta memenuhi sejumlah persyaratan seperti nilai akademik yang baik, kesehatan jasmani dan rohani, serta mendapat rekomendasi dari sekolah maupun persetujuan orang tua.

Membentuk Generasi Global Citizen

Melalui sosialisasi di SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur ini, diharapkan semakin banyak generasi muda di Wilayah Kediri yang terpacu untuk berani belajar, memimpin, dan menjadi warga dunia atau Learn, Lead, and Become a Global Citizen. Program ini dinilai relevan untuk memperluas wawasan siswa, membangun pengalaman lintas budaya, sekaligus membawa semangat positif untuk masa depan mereka.

Bagi sekolah, kehadiran program semacam ini juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang dengan Rotary Club dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan global, tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *