KEDIRI, Smata Jaya — Namanya Bushido Ajie Saputra. Ia masih kelas X-8. Dan dalam satu kejuaraan, ia pulang membawa dua medali emas sekaligus.
Taruna SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur itu tampil luar biasa dalam Kejuaraan Antar Kota/Kabupaten se-Jawa Timur Shorinji Kempo Piala Walikota yang digelar di Surabaya, 14-16 Juni 2026. Di ajang yang mempertemukan para kenshi terbaik dari seluruh penjuru Jawa Timur itu, Bushido tidak hanya meraih satu podium. Dia menaklukkan dua kategori sekaligus:
- Juara 1 Randori Perorangan Putra Kelas 65 Kg Remaja B.
- Juara 1 Embu Tandoku Putra Remaja B.
Yang membuat pencapaian Bushido terasa istimewa bukan hanya soal jumlahnya, tetapi soal keragaman kategori yang ia taklukkan.
Randori dan Embu adalah dua wajah Shorinji Kempo yang menuntut kemampuan berbeda. Randori adalah pertarungan bebas. Di sini kecepatan, kekuatan, dan ketepatan membaca gerakan lawan menjadi senjata utama. Embu Tandoku adalah penampilan teknik secara mandiri. Keindahan gerak, ketepatan teknik, dan penghayatan menjadi penilaian utama.
Dua dunia yang berbeda. Keduanya dijuarai Bushido di hari yang sama, di kota yang sama, di bawah bendera yang sama: SMATAJAYA.
Bushido Ajie Saputra baru menyelesaikan tahun pertamanya di SMAN 5 Taruna Brawijaya. Ia belum lulus kelas X. Namun namanya sudah tercatat sebagai juara tingkat Jawa Timur di kejuaraan berpiala Walikota Surabaya.
Dalam dunia beladiri, di mana senioritas dan jam terbang sering kali menjadi ukuran kesiapan seseorang untuk bersaing di level tinggi, seorang siswa kelas X yang borong dua emas di kejuaraan provinsi adalah sebuah pernyataan yang keras, bahwa bakat yang ditempa dengan disiplin tidak perlu menunggu lama untuk menemukan panggungnya.
Dan panggung Bushido, rupanya, baru saja dibuka.
Dari Surabaya, Bushido membawa pulang lebih dari sekadar dua medali emas. Ia membawa pulang nama SMATA JAYA, sekolah yang dalam beberapa pekan terakhir terus menorehkan prestasi di berbagai bidang dan berbagai kota.
Taekwondo di GOR Jayabaya Kediri. Wushu Sanda di Gelanggang Remaja Surabaya. Dan kini Shorinji Kempo, juga di Surabaya.
Pola yang muncul bukan kebetulan. Ia adalah hasil dari ekosistem sekolah yang memang dirancang untuk melahirkan lebih dari sekadar siswa yang pandai duduk di kelas, tetapi taruna dan taruni yang tahu cara berdiri di atas podium.
Selamat, Bushido Ajie Saputra. Dua emas untuk kelas X-8. Dua emas untuk SMATAJAYA. Dua emas untuk Kediri. Perjalananmu baru saja dimulai. (*)


Leave a Reply