Dua Taruna Muda SMATAJAYA Naik Podium Wushu Sanda di Surabaya

Abimanyu dan Jibril. Kelas X. Belum genap setahun di Taruna Brawijaya — tapi sudah cukup berani untuk bertarung di hadapan Piala Walikota Surabaya.


SURABAYA, Smata Jaya — Gelanggang Remaja Kota Surabaya, 5 hingga 7 Juni 2026. Di atas arena yang sama di mana para atlet Wushu Sanda terbaik Jawa Timur saling mengadu teknik dan mental, dua nama dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur menuliskan cerita mereka sendiri.

Abimanyu Gautya Tsifano dan Jibril Arie Pramesti. Keduanya dari kelas X tahun pertama mereka mengenakan seragam SMATA JAYA. Namun di atas matras, usia dan angkatan tidak pernah menjadi argumen yang cukup kuat untuk menghalangi seseorang meraih podium.

Abimanyu pulang dengan medali perak. Jibril dengan perunggu.

Kejuaraan Wushu Sanda se-Jawa Timur Piala Walikota Surabaya bukan arena yang ramah bagi pemula. Ia mempertemukan atlet-atlet pilihan dari seluruh penjuru provinsi, mereka yang sudah lama mengasah pukulan, tendangan, dan bantingan jauh sebelum nama mereka dikenal di luar daerah asal mereka.

Dan dua taruna muda dari Kediri itu tetap naik podium.

Abimanyu: Perak di Kelas 70 Kilogram

Abimanyu Gautya Tsifano dari kelas X-4 turun di kategori Junior kelas 70 kilogram, salah satu kelas yang menuntut kombinasi antara kekuatan fisik, kecepatan reaksi, dan ketahanan mental yang tidak bisa dibangun dalam semalam.

Ia meraih Juara 2. Medali perak dalam kejuaraan tingkat Jawa Timur berpiala Walikota Surabaya bukan sekadar angka di papan hasil. Ia adalah konfirmasi bahwa di antara semua atlet yang datang dengan persiapan dan ambisi masing-masing, Abimanyu adalah salah satu dari dua terbaik di kelasnya.

Untuk siswa yang masih menjalani tahun pertamanya di bangku SMA, itu adalah pernyataan yang keras.


Jibril: Perunggu yang Tidak Kalah Berharga

Jibril Arie Pramesti dari kelas X-2 bertarung di kategori Junior kelas 60 kilogram. Kelas yang berbeda, tekanan yang sama. Arena Wushu Sanda tidak pernah memberi diskon kepada siapa pun, terlepas dari kelas berat badan yang dipilih.

Ia meraih Juara 3.

Perunggu di kejuaraan se-Jawa Timur berarti Jibril telah melewati banyak lawan, banyak ronde, dan banyak momen di mana satu keputusan yang salah bisa mengakhiri segalanya. Ia melewati semuanya dan berdiri di antara tiga terbaik provinsi di kategorinya.

Bagi taruna kelas X yang baru saja memulai perjalanannya di SMATAJAYA, perunggu itu terasa seperti penanda awal bukan puncak dari sebuah cerita, melainkan halaman pertama dari bab yang lebih panjang.


Surabaya sebagai Cermin

Ada yang menarik dari geografi kejuaraan ini.

Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur. Gelanggang Remaja Kota Surabaya adalah arena yang sudah kenyang menyaksikan pertarungan atlet-atlet dari berbagai daerah yang datang dengan satu tujuan yang sama, membuktikan diri di tingkat provinsi, di hadapan nama besar Piala Walikota Surabaya.

Abimanyu dan Jibril datang dari Kediri. Dari sekolah yang sistem pembinaannya menempa mental sebelum menempa teknik. Dan mereka pulang bukan dengan tangan kosong.

Dua medali dari dua taruna kelas X adalah pesan yang tidak perlu diterjemahkan. SMATA JAYA sedang membangun sesuatu, dan fondasinya sudah mulai terlihat dari angkatan yang paling muda sekalipun.


Tahun Pertama yang Sudah Berbuah

Yang paling layak digarisbawahi dari pencapaian Abimanyu dan Jibril adalah konteks waktunya.

Keduanya masih kelas X. Artinya kejuaraan Wushu Sanda se-Jawa Timur di Surabaya ini kemungkinan besar adalah salah satu kompetisi besar pertama yang mereka ikuti sebagai bagian dari komunitas SMATAJAYA. Belum genap satu tahun mengenakan seragam taruna dan nama mereka sudah tercatat dalam daftar juara kejuaraan provinsi.

Dalam dunia olahraga beladiri, di mana senioritas sering kali identik dengan keunggulan, dua siswa kelas X yang naik podium di level Jawa Timur adalah anomali yang menyenangkan.

Selamat, Abimanyu. Selamat, Jibril.

Gelanggang Remaja Surabaya sudah menjadi saksi. Dan perjalanan kalian baru saja dimulai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *