KEDIRI, Smatajaya — Kabar membanggakan kembali datang dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur (Smatajaya). Sebanyak lima taruna dan taruni berhasil diterima di berbagai Sekolah Kedinasan bergengsi di Indonesia, membuktikan bahwa kualitas lulusan Smatajaya terus bersaing di level nasional. Kelima nama tersebut adalah Lintang Ayudya Wardani, Titin Septa Kumalasari, Talitha Ulma Zuhura Kalsum, Arkadia Akbar Asmoro, dan Fairuz Robbi Hartono.
Mereka diterima di tiga politeknik kedinasan yang berada di bawah naungan dua kementerian strategis, yakni Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Ketiga institusi tersebut mencakup bidang pelayaran, penerbangan, hingga agribisnis peternakan — sektor-sektor vital yang menjadi tulang punggung pembangunan dan konektivitas nasional.
Lintang Ayudya Wardani menjadi satu-satunya taruni yang merambah dunia maritim. Ia berhasil diterima di program D-4 Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, salah satu institusi pendidikan pelayaran tertua dan paling dihormati di Indonesia. PIP Semarang berdiri sejak 1951 dan berada di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Kementerian Perhubungan RI. Institusi ini bahkan telah masuk dalam daftar White List International Maritime Organization (IMO) sejak tahun 2000 dan meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT pada tahun 2023, sebuah pengakuan atas standar pendidikan maritim berkelas dunia yang dijalankannya. Lulusan program Nautika akan menyandang gelar Sarjana Terapan Pelayaran (S.Tr.Pel.) dan berpeluang berkarier sebagai Perwira Dek Kapal, hingga merambah jalur kedinasan di TNI, Polri, maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia.
Di bidang penerbangan, dua taruni Smatajaya sekaligus berhasil menembus seleksi ketat Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya. Titin Septa Kumalasari memilih jalur teknis melalui program D-3 Teknik Pesawat Udara, sementara Talitha Ulma Zuhura Kalsum mengambil jalur manajerial lewat D-3 Manajemen Transportasi Udara. Poltekbang Surabaya sendiri merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan RI yang berdiri sejak 1989. Keistimewaan institusi ini terletak pada seluruh kurikulumnya yang mengacu pada standar internasional yang diterbitkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) — lembaga penerbangan sipil internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lulusan Teknik Pesawat Udara akan berpeluang berkarier sebagai Aircraft Maintenance Engineer (AME) atau teknisi pesawat di berbagai maskapai nasional maupun internasional, sementara lulusan Manajemen Transportasi Udara siap mengisi posisi strategis di pengelolaan bandara dan perusahaan penerbangan.
Sementara itu, di sektor ketahanan pangan, Arkadia Akbar Asmoro dan Fairuz Robbi Hartono sama-sama berhasil lolos seleksi program D-4 Agribisnis Peternakan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Polbangtan Malang adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Pertanian RI yang bertransformasi dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang. Institusi ini mengemban misi besar untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Keunikan Polbangtan Malang terletak pada penerapan model pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA), yakni pendekatan pendidikan dalam suasana kerja nyata yang dirancang menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga lulusannya diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis peternakan.
“Keberhasilan lima taruna ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan yang telah mereka bangun selama menempuh pendidikan di Smatajaya. Kami berharap mereka menjadi abdi negara yang berdedikasi dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Mardji, Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur.
Ketiga institusi tersebut dikenal memiliki proses seleksi yang sangat kompetitif, meliputi tes akademik, kesehatan, kebugaran fisik, dan psikologi. Lolos dari saringan ketat itu menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis kedisiplinan dan pembentukan karakter di Smatajaya berhasil melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan fisik.
Secara keseluruhan, tiga dari lima taruna diterima di institusi kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan, sementara dua lainnya masuk ke institusi di bawah Kementerian Pertanian. Keberagaman bidang yang dipilih mencerminkan luasnya cakrawala karier yang berhasil dijangkau oleh para taruna Smatajaya. Pencapaian ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh adik kelas mereka, sekaligus semakin mengokohkan reputasi SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur sebagai sekolah unggulan pencetak kader-kader terbaik bangsa. (*)
Daftar Taruna Smatajaya yang diterima di Sekolah Kedinasan:
- Lintang Ayudya Wardani, D-4 Nautika Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.
- Titin Septa Kumalasari, D-3 Teknik Pesawat Udara Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya.
- Talitha Ulma Zuhura Kalsum, D-3 Manajemen Transportasi Udara Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya.
- Arkadia Akbar Asmoro, D-4 Agribisnis Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.
- Fairuz Robbi Hartono, D-4 Agribisnis Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang·








Leave a Reply