KEDIRI, Smata Jaya — Nama SMATAJAYA kembali terukir dalam daftar sekolah berprestasi di kancah olahraga beladiri. Sebanyak tujuh taruna dan taruni berhasil menyabet total tujuh medali dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Indonesia Antar Klub Jawa Timur 2026, yang berlangsung di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu–Minggu, 2–3 Mei 2026.
Ajang ini merupakan salah satu kejuaraan beladiri paling bergengsi di tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur. Tahun ini, kompetisi diikuti 1.345 atlet dari berbagai klub di seluruh Jawa Timur — menjadikannya salah satu pentas taekwondo antiklub terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengprov TI Jatim berkomitmen membenahi proses pembinaan dari tingkat paling bawah. Kami tidak menunggu talenta muncul, tapi aktif turun ke daerah.”Hendra Prastiyawan, Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jawa Timur
Dua emas menjadi puncak pencapaian kontingen SMATAJAYA. Adelio Alvaro Putra Yurima dari kelas X-5 menyegel medali emas di kategori Kyorugi Junior U-55 Prestasi, sementara rekan sekelasnya, Gilvarry Joel Vincent Palinggi, turut mengukir emas di kategori Junior U-51 Prestasi. Pencapaian dua taruna dari kelas yang sama ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah.
Di jalur perak, tiga taruna tampil kompetitif. Biru Lacosean Najwa Prihantara (XI-4) meraih perak di cabang Poomsae Semi Prestasi, sebuah nomor yang mengandalkan keindahan teknik dan keserasian gerak. Adapun Muhammad Ganesha Wisnu Murti (X-5) dan Nayla Dwi Ramadhani (X-4) masing-masing meraih perak di kategori Kyorugi Semi Prestasi Junior U-72 dan Junior U-59. Raditya Dzaky Putra Praja (X-7) melengkapi koleksi perak dengan menjuarai Kyorugi Semi Prestasi Junior U-51.
Dari total tujuh taruna yang turun bertanding, satu perunggu turut disumbangkan oleh Rafa Dwi Anugerah Imron (X-8) di cabang Kyorugi Semi Prestasi Junior — sebuah pencapaian yang tidak kalah membanggakan di tengah ketatnya persaingan lintas klub se-Jawa Timur.
Ajang ini digelar Pengprov TI Jawa Timur di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 2–3 Mei 2026 (didahului technical meeting 30 April). Diikuti 1.345 atlet dari seluruh Jawa Timur, kompetisi mencakup kategori Kyorugi dan Poomsae di kelas Prestasi maupun Semi Prestasi. Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim Hendra Prastiyawan menegaskan, kejurprov ini sekaligus menjadi ajang seleksi bibit unggul menuju level nasional dan internasional.
Bagi SMATAJAYA, torehan tujuh medali ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan atletik di sekolah berjalan di jalur yang tepat. Para taruna yang didominasi kelas X ini pun diprediksi masih akan memiliki peluang lebih besar di kejurprov maupun kompetisi lanjutan pada tahun-tahun mendatang. (*)


Leave a Reply