KEDIRI, Smata Jaya — Halaman SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur di Jalan Selomangleng, Kota Kediri, menjadi panggung sejarah pada hari itu. Para taruna angkatan V berdiri tegak dalam balutan seragam kebanggaan mereka untuk terakhir kalinya, menyaksikan seremoni Tradisi Penutupan Pendidikan yang menandai rampungnya tiga tahun perjalanan tempa diri — akademik, fisik, dan karakter — di salah satu sekolah berasrama semi-militer terbaik di Jawa Timur.
Seremoni Tradisi Penutupan Pendidikan Taruna Brawijaya Angkatan V SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung khidmat dan penuh simbolisme. Tidak sekadar upacara perpisahan biasa, kegiatan ini merupakan penanda resmi berakhirnya proses pendidikan sekaligus titik awal perjalanan baru bagi para taruna yang telah melewati seleksi ketat, kehidupan asrama, kurikulum bela negara, serta pembinaan kesamaptaan jasmani di bawah pengawasan langsung TNI Angkatan Darat melalui Kodam V/Brawijaya.
Kegiatan ini mendapat perhatian tinggi dari jajaran pemerintah dan militer. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., hadir langsung memberikan apresiasi atas capaian para taruna. Turut hadir pula Kepala Bidang PPSMA, Dr. Mustakim, S.S., M.Si., serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M.
Dari unsur militer, kehadiran sejumlah perwira tinggi semakin mengukuhkan bobot dan keistimewaan seremoni ini. Hadir di antaranya Kabaglat Rindam V/Brawijaya, Kolonel Inf. Sigit Dwi Cahyono, S.Sos., M.I.P., M.Han.; Danbrigif Wirayudha 16, Kolonel Inf. Mohammad Sujoko, M.Han.; Pabandyadik Spersdam V/Brawijaya, Letkol Inf. Alief Rahman; serta Kolonel Inf. Renal Aprindo Sinaga, M.Han. Selain itu hadir pula Kasdim 0809, Mayor Inf. Yuliadi Purnomo, dan Komandan Koramil 0809/03 Mojoroto, Kapten Cke Mulyono. Acara semakin bermakna dengan kehadiran seluruh Kepala SMAN Taruna se-Jawa Timur, Ketua Komite SMAN 5 Taruna Brawijaya, Antok Prasetya, S.E., serta Pengawas sekolah, Fuad Thoifi.
“Mereka bukan sekadar meraih ijazah. Mereka menanggalkan seragam taruna sebagai manusia yang telah ditempa — dengan disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa.” ungkap Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur.
Puncak dari seremoni ini adalah pemberian penghargaan kepada taruna-taruni yang menorehkan prestasi terbaik selama masa pendidikan. Penghargaan tertinggi, “Eka Makayasa”, diserahkan kepada Muhammad Rimbang Zakki Mussyafa dari kelas XII-7 — sebuah penghargaan yang mencerminkan keunggulan menyeluruh seorang taruna, baik dari sisi akademik, sikap, maupun jasmani.
Selain penghargaan utama, diberikan pula empat kategori penghargaan lain kepada taruna-taruni berprestasi:
- Eka Makayasa: Taruna Muhammad Rimbang Zakki Mussyafa (XII-7).
- Unggul Akademik: Naufal Mandana Rayyan P. (XII-4)
- Unggul Sikap Perilaku: Ardhan Hafiiz Amanullah E. (XII-1)
- Unggul Jasmani Putra: Nobertuz Wijaya Debataraja (XII-1)
- Unggul Jawmani Putri: Glanies Dwi Valentine (XII-5)
Dalam rangkaian yang sama, Penghargaan Gubernur Jawa Timur turut diberikan kepada anggota Persatuan Siswa Menengah Taruna (Persimentar) SMA Negeri Taruna Jawa Timur Masa Bakti 2025/2026 yang dinilai berdedikasi tinggi dalam mengemban amanah organisasi:
- Rimbang Zakki Musyadda, Wakil Ketua Umum
- Adam Nuron Awabin, Ka. Bidang Operasional
- Muhammad Barik Mayhilda, Bendahara I
- Virzha Nurzahrany Bachtiar, Anggota Bidang Operasional
- Jeconiq Zizkind Satya Pamungkas, Anggota Bidang Operasional
SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur bukan sekolah biasa. Sekolah ini lahir dari Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TNI Angkatan Darat yang ditandatangani pada 2 Mei 2019 — sebuah kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan pertahanan negara yang jarang terjadi di Indonesia. Sekolah ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan dibentuk untuk menumbuhkan pemimpin yang unggul di bidang akademik dan non-akademik, dengan kemandirian dan karakter kebangsaan yang kuat.
Sistem pendidikannya memberikan penguatan nilai-nilai religius, kemandirian, tanggung jawab, tangguh, toleransi, berjiwa sosial, berbudi luhur, berjiwa kepemimpinan, jujur, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Peserta didik juga mendapatkan kurikulum khusus bela negara dan kesamaptaan yang diampu oleh TNI Angkatan Darat. Itulah yang membuat Tradisi Penutupan Pendidikan ini terasa begitu berbeda dari seremoni kelulusan sekolah pada umumnya — karena yang diakhiri bukan hanya masa belajar, melainkan sebuah pembentukan karakter yang menyeluruh.
Angkatan V menjadi penerus estafet panjang sekolah yang telah mencetak alumni-alumni kompeten yang berkarir di militer, pemerintah, bisnis, hingga akademisi. Dengan bekal akademik, bela negara, dan kepemimpinan yang telah mereka tempuh, para lulusan Angkatan V siap melanjutkan perjalanan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, TNI/Polri, maupun bidang-bidang lain sesuai cita-cita masing-masing.
“SMAN 5 Taruna Brawijaya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Taruna Brawijaya Angkatan V yang telah menyelesaikan pendidikannya. Semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan menjadi bekal dalam meraih cita-cita.” SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur. (*)


Leave a Reply