KEDIRI, SMATA JAYA – Tiga taruna Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Taruna Brawijaya, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Mereka berhasil menyabet Medali Perak dalam ajang bergengsi Online Science Project Competition (OSPC) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Ketiga inovator muda tersebut adalah Niskala Amirul Wijaya (Kelas XI-8), Obama Mandala Putra (Kelas XI-5), dan Berlyana Ninda Putri (Kelas XI-8). Di bawah bimbingan intensif guru pembina, Eva Nurdia, tim ini sukses bersaing dengan puluhan karya tulis ilmiah dan proyek sains dari berbagai sekolah di Indonesia.
Karya gemilang yang mengantarkan mereka pada raihan medali tersebut bertajuk “Morident: Nano-Mouthwash Berbasis Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Limbah Cangkang Telur Sebagai Pencegah Karies Gigi Pada Anak”. Melalui riset ini, ketiganya berhasil memformulasikan obat kumur berteknologi nano dengan memanfaatkan kekayaan bahan alam dan mendaur ulang limbah organik, guna menjawab persoalan karies gigi yang rentan dialami oleh anak-anak.
Online Science Project Competition (OSPC) sendiri merupakan wadah adu gagasan bagi para peneliti muda berusia 13 hingga 20 tahun. Ajang yang digagas oleh IYSA ini bertujuan memfasilitasi pelajar dalam mempresentasikan hasil penelitian ilmiah mereka, memperkaya wawasan, serta mengasah kepekaan terhadap pemecahan masalah di masyarakat berbasis sains dan teknologi. Kompetisi ini dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mulai dari orisinalitas ide, metodologi penelitian, hingga kecakapan saat presentasi daring.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat dan kerja keras dalam mengembangkan inovasi tidak pernah mengkhianati hasil. Pemikiran ilmiah yang mereka gagas diharapkan mampu memberikan kontribusi positif,” ujar perwakilan SMAN 5 Taruna Brawijaya dalam keterangan tertulisnya.
Keberhasilan meraih Medali Perak ini tidak didapat dengan mudah. Niskala, Obama, dan Berlyana harus membagi waktu antara padatnya jadwal pendidikan semimiliter khas sekolah taruna dengan jam tambahan untuk riset, pengumpulan bahan eksperimen “Morident”, dan penyusunan laporan ilmiah. Peran Eva Nurdia sebagai pembina juga menjadi katalisator penting dalam mengarahkan alur berpikir kritis para taruna tersebut hingga karya mereka diakui oleh dewan juri.
Pencapaian ini diharapkan tidak berhenti pada sebatas raihan medali, melainkan menjadi pijakan awal bagi inovasi-inovasi selanjutnya. Lebih jauh, keberhasilan ketiga taruna ini diharapkan mampu menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh civitas academica SMAN 5 Taruna Brawijaya untuk terus berkarya, berprestasi, dan menghidupkan iklim riset di lingkungan sekolah.
Sebab, di tangan generasi muda yang peka terhadap sains-lah, jawaban atas berbagai tantangan masa depan bangsa ini berada.(*)


Leave a Reply